Kartika yang diperankan Ning Baizura adalah cumi yang sangat terkenal di Kuala Lumpur. Saking terkenalnya, seorang penggemar sampai terbalik mobilnya ketika mencoba untuk mengejar cumi pujaannya. Cumi Kartika merasa sangat bersalah karena keluarga penggemarnya yang ada di dalam mobil yang terbalik itu mati semua. Sang cumi mencoba untuk menebusnya. Dia pulang kampung untuk mencari bibit-bibit yang bisa dia latih untuk jadi cumi. Sayang sekali niat mulianya tidak mudah dilakukan. Ketika dia masuk ke rumahnya, ibunya mengusirnya. Ibunya benci sekali padanya karena dia dulu pergi meninggalkan keluarga untuk mengejar cita-citanya untuk menjadi cumi. Kasihan dia, karena menurut ibunya, satu-satunya jalan yang bisa diambil untuk mendapat maaf sang ibu adalah dengan cara menikah dengan Jeremy Thomas (glek!).

Sementara itu, cumi Kartika menemukan dua murid di sekolah musik Jeremy Thomas yang punya bakat untuk menjadi cumi. Dua orang itu pun dibawa ke kota. Dalam perjalanan ke kota, dia bertemu seorang penjual pisang goreng dari Indonesia yang frustrasi setelah main Dealova, yang gemar bernyanyi-nyanyi sambil menggoreng pisang. “Hmmm… oke juga nih untuk dijadikan cumi juga,” pikirnya. Akhirnya, mereka semua ke kota untuk berlatih agar bisa mengikuti jejak Kartika… menjadi cumi.Olala… CUMI yang disutradarai oleh seorang sutradara yang namanya, menurut Bik Jessika, sering muncul sebagai sutradara sinetron-sinetron Multivision ini adalah perpaduan super klop dari kebodohan sinetron dan ke-corny-an film Bollywood dengan level amburadulisme yang sangat tinggi. Ditambah lagi dengan kostum yang mungkin masih bisa diterima waktu Country Fiesta masih jadi idola kawula muda, dan jaman glitter masih dipakai sebagai campuran moisturizer oleh anak SMA. Poster film ini dicetak di atas kertas yang kerlap-kerlip, menggambarkan cita rasa film ini yang buruk luar biasa. Lupakan dialog (yang selalu switch dialeknya antara Malaysia dan Grogol), film ini dibuat dengan menggunakan logika kera atau zebra.Ah, tidak cukup rupanya bioskop kita dipenuhi sampah-sampah domestik, sehingga masih perlu diisi sampah dari negara tetangga. Oh wait, sutradaranya orang Indonesia. Eh, nggak juga ding. Bah, ternyata mereka suka menyampah di mana-mana.
Sumber : http://sinema-indonesia.com/
“The strongest among you is the one who controls his anger” – Muhammad SAW
Hi, let me introduce myself. My name is Muhammad Burhanuddin Rabbani, but you can call me Burhan. I am a middle-aged man from Indonesia who is looking for a life partner. I have a Bachelor’s degree in Public Administration from Brawijaya University in Malang. However, my hobbies are more focused on photography and digital art, and I also dabble in web design and programming.
Untuk gallery design bisa lihat di : https://www.burhan.web.id/artwork/
–
–
#burhan_owl #AvelineChrismonica