BURHAN OWL

0 %
MUHAMMAD BURHANUDDIN RABBANI
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Surabaya
  • Age:
    35
Indonesia
English
html
CSS
Photoshop
Photography
WordPress
Office
  • Adobe: Photoshop, Illustrator, inDesign, After Effect
  • Luminar
  • Multimedia: Vegas Pro,
  • Google: Spreadsheet, Data Studio, Script
  • Office: Excel, Word, Powerpoint

Love is Cinta (2007)

August 8, 2026

Love is Cinta dan Cinta adalah cewek ribet. Asli. Cerita film ini ada cuma karena Cinta (Acha Septriasa) ingin mendengar kata “Aku cinta padamu” dari Ryan (Irwansyah). Mereka sudah lama dekat dan Ryan sudah bilang “Gue sayang elo”. Tapi rupanya ini tidak cukup buat Cinta. Dia mau dengar kata “cinta”. Jadi di sepanjang film, Cinta selalu teriak-teriak histeris “GUE PENGEN DAPET KEPASTIAAAAAAANN..!!” Ribet banget, kan? Hari gini geto, looo…Masalah terbesar dari film ini adalah, baik penulis skenario Armantono dan sutradara Hanny R. Saputra adalah pencerita yang buruk. Di tangan storyteller yang kompeten, ide tipis ini bisa saja jadi film yang manis. Sayangnya kita memang tidak bisa berharap banyak dari penulis film Heart dan Mirror ini yang selalu tidak mampu memberikan dialog yang natural. Semuanya mesti over-the-top. Ini membuat Acha Septriasa yang memang dari sononya sudah freaky, jadi tambah menyeramkan.

Di sini Acha kelihatan seperti versi manusia dari boneka Bride of Chucky. Setiap kali dia ngomong kami selalu tutup kuping. Kacaunya lagi, Armantono terlalu jadul untuk menulis skenario tentang anak muda. Coba, mana ada jaman sekarang anak SMA lulus-lulusan di jalanan sambil nyanyi Di Sana Senang Di Sini Senang? Yang ada juga Di Sana Nyimeng Di Sini Nyimeng. (Well, mungkin bukan but you got the point, right?)Plot-nya mau dibikin magical kayak Fly Me to Polaris. Tapi jatuhnya simply ridiculous. Ryan yang tadinya akan meninggalkan Cinta untuk kuliah di Amerika, batal pergi. Dan, (tanpa memberikan spoiler seperti yang selalu dilakukan para reviewer KOMPAS –aduuuh, bodoh-bodoh sekali ya mereka itu–) Ryan berganti wujud sebagai Doni yang diperankan Raffi Ahmad. (Mungkin cuma karena Raffi Ahmad pinter nangis sedangkan Irwansyah mesti dibantu sepuluh botol Insto). Semuanya terjadi dalam satu sequence yang melibatkan malaikat botak yang dijamin membuat anda cekikan ketimbang terharu.Durasi 140 menit (!!!) sebagian besar dihuni scene-scene nggak penting, yang terutama melibatkan seorang cowok yang suka sama Cinta yang terlihat seperti versi murah dari Nicholas Saputra (kurang shameless apa lagi, coba?). Dan Hanny R. Saputra semakin ke sini semakin buruk penyutradaraannya. Di tangan Hanny, plot holes jadi plot lakes. Tunggu sampai anda melihat sebuah majalah dengan sampul dengan headline: SEORANG GAY MATI BUNUH DIRI. Majalah apa tuuuuuuuuu… Dan banyak lagi yang kalau didaftar cuma bikin kami merasa sama bodohnya dengan para filmmaker film ini.Dihiasi lagu-lagu corny yang hazardous for your ears.

Sumber : http://sinema-indonesia.com/

Posted in MovieTags:
Write a comment
© 2022 All Rights Reserved.
Email: email Me