August 23, 2026
LENTERA MERAH (2006)
Lentera Merah
"Kebenaran Mesti Ditegakkan" — sebuah film yang mencoba menggabungkan teror, slasher, dan isu PKI, namun berakhir menjadi tontonan yang menyakitkan.
Pendahuluan
Pada saat ada banyak film-film blockbuster yang worth it buat dibeli tiketnya (MI:3, X-Men 3, Inside Man), kami beri satu alasan untuk nonton film rip-off, murahan, dan superdumb karya sutradara terbaik Indonesia menurut orang-orang cerdas yang tergabung dalam tim juri FFI 2005 ini:
Oke, kami nggak nggak bisa nyari satu alasan pun. Kecuali jika anda ingin mensukseskan kampanye "Tonton Film Indonesia Seberapapun Busuknya".
— Penulis UlasanSiapa tau anda bisa dapat pin ber-autograph dari sutradaranya. Mungkin beberapa ratus tahun lagi saat Indonesia sudah waras, pin itu harganya bisa jadi mahal banget sebagai memorabilia betapa sakitnya Indonesia sekarang.
Susah memang mencari sesuatu yang bisa dipuji di Lentera Merah. Membicarakan hal-hal yang jelek dari film ini, however, seperti disuruh mencari pasir di pantai.
DATA KORBAN & KEBODOHAN
Statistik mengerikan dari film yang lebih mengerikan daripada hantunya
Sinopsis
Lentera Merah bercerita tentang proses inisiasi mirip ospek buat para mahasiswa yang ingin masuk jadi anggota sebuah majalah kampus yang bernama Lentera Merah. Ceritanya, majalah ini adalah majalah tua yang terkenal banget sejak jaman PKI karena selalu dengan berani menyuarakan kebenaran (cieee kebenaraaan…).
Saat prosesi berlangsung, banyak calon anggota yang mati dibunuh hantu kreatif nggak penting yang selalu meninggalkan pesan:
...yang ditulis dengan darah para korbannya.
Katalog Jiplakan
Film ini menjadi super-cupu bukan cuma karena Hanung mencuri ide dari banyak film, tapi karena hantunya merupakan jiplakan dari berbagai sumber. Berikut daftar film yang "terinspirasi" oleh Hanung:
Hanung mencoba menggabungkan film slasher dengan isu PKI yang pada akhirnya nggak begitu nyambung. Itu namanya pretensius, Baby.
— Kritik Terhadap SutradaraSikap Sang Sutradara
Kacaunya, Hanung pasang badan dengan menyalahkan para pemainnya dengan mengatakan mereka stupid. Padahal kalau Hanung mau introspeksi, kebodohan ada di dalam dirinya sendiri.
Adegan Kematian (Yang Gagal Menakutkan)
Skrip yang ditulis Hanung bersama Ginatri S. Noer (kami tidak pernah dengar namanya, mungkin itu elter egonya Hanung juga) dipenuhi dengan dialog-dialog bodoh yang membuat dialog sinetron tidak terdengar terlalu buruk.
Contoh: Lentera Merah katanya berisi orang-orang pilihan dan cerdas, tapi yang keluar dari mulut orang-orang ini semua cemen. Mungkin Hanung harus bikin film art saja. Seenggaknya kalo ada yang absurd, dia bisa ngeles "ah, itu anda saja yang tidak mengerti maksud saya."
Kalau film horror, jelas kami yang awam dan bodoh pun tau bahwa film horror tujuannya untuk menakut-nakuti penonton. Tapi, apa bisa penonton takut ngeliat ada tokoh yang matinya begini:
Ditusuk Kartu Remi
Korban mati ditusuk-tusuk menggunakan kartu remi. Sangat kreatif... tapi tidak menakutkan sama sekali.
Ditusuk Pensil Mainan
Mati karena ditusuk pensil yang di ujungnya ada mainan berbentuk sapi (mungkin) yang terus goyang-goyang.
Poster Film
Poster Editan film Lentera Merah (2006)
Kesimpulan
Dengan Jomblo, Hanung masih bisa got away with the crime karena memang sense of humor orang berbeda-beda. Kami rasa sulit baginya untuk lolos kali ini.
Kalau pun dia berhasil lolos, kami yakin suatu hari orang akan bisa melihat yang sebenarnya, mengingat produktifitas sutradara kita satu ini yang lumayan tinggi. Kebenaran memang mesti ditegakkan.
Kebenaran yang kami tau adalah he sucks, big time.
— Putusan Akhir"Tonton Film Indonesia Seberapapun Busuknya" — tapi mungkin film ini adalah batasnya.
Kredit Film
Ginatri S. Noer
Gope T. Samtani
Dimas Beck
Firina
Teuku Wisnu
Tesadesrada Ryza
Fikri Ramdhan
“The strongest among you is the one who controls his anger” – Muhammad SAW
Hi, let me introduce myself. My name is Muhammad Burhanuddin Rabbani, but you can call me Burhan. I am a middle-aged man from Indonesia who is looking for a life partner. I have a Bachelor’s degree in Public Administration from Brawijaya University in Malang. However, my hobbies are more focused on photography and digital art, and I also dabble in web design and programming.
Untuk gallery design bisa lihat di : https://www.burhan.web.id/artwork/
–
–
#burhan_owl #AvelineChrismonica