BURHAN OWL

0 %
MUHAMMAD BURHANUDDIN RABBANI
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Surabaya
  • Age:
    35
Indonesia
English
html
CSS
Photoshop
Photography
WordPress
Office
  • Adobe: Photoshop, Illustrator, inDesign, After Effect
  • Luminar
  • Multimedia: Vegas Pro,
  • Google: Spreadsheet, Data Studio, Script
  • Office: Excel, Word, Powerpoint
Cover Malam Jumat Kliwon
Sebuah Kisah dari Industri Film Korror

MALAM JUMAT KLIWON

Horror • Satire • Cinema

☠️

Suatu hari di kantor seorang produser “korror”... sebuah plakat, beberapa skenario, dan satu ide film akan memulai sebuah malam yang sangat, sangat panjang.

🏆

Scene 01 — Sang Produser

Shanker Rs. berdiri memandangi sebuah plakat yang baru saja digantungnya di dinding, tepat di atas kursinya. Di sana tertulis:

The Prestigious Award
BEST PRODUCER OF HORROR
SHANKER Rs.

Plakat itu ditandatangani oleh seseorang bernama “KHRESNA Sr.”

Shanker telah belajar dari seseorang yang sudah menjadi long-time collaborator-nya bahwa you can be as many people as you wanna be. Dan kalau tidak ada yang mau memberi pujian atas film-filmnya, “your other self” selalu bisa diandalkan untuk membuatnya kembali ceria.

📑

Scene 02 — Tumpukan Skenario

Ia kembali duduk dan membolak-balik tumpukan skenario siap produksi yang berserakan di atas mejanya. Beberapa judul terlihat jelas:

Setan Tuyul
Nini Towok
Nenek Gerondong
Kolor Ijo

Shanker terlihat kesal, lalu menelepon sekretarisnya.

“Ya, Pak?” jawab sekretarisnya.

“You janji bawa skrip yang judulnya nama tempat. Mana?” hardik Shanker.

“Nama tempat-tempat yang berhantu udah habis, Pak. Terakhir Terowongan Casablanca.”

“AHH..! Bukannya ada satu lagi tuh? Di dekat Menteng, ada jembatan. I sering lihat hantu-hantu di situ,” kata Shanker.

“Itu Taman Lawang, Pak. Dan itu bukan hantu.” jawab sekretarisnya.

“AH, I tidak mau tahu. You cari nama tempat yang berhantu.”

Shanker menutup telepon.

Haunted house
Visual atmosfer horror — Wikimedia Commons / Lenarc — CC BY-SA 3.0
🚪

Scene 03 — Koya Datang

Tiba-tiba pintu terbuka. Seseorang melongokkan kepalanya ke dalam sambil tersenyum lebar.

“KOYA,
MY BRODEEERRR…!”

Koya Pagayo masuk dan memeluk Shanker. Keduanya semakin lama semakin akrab, terlebih setelah peristiwa FFI 2006 yang membuat mereka dicemooh secara nasional. Untung masih ada Kompas yang memuat kisah hidup Koya di halaman satu dengan dramatis dan membuatnya terlihat sebagai korban, ketimbang penjahat hak cipta.

“You got something for me, Broder?” tanya Shanker.

“Yes. Gue punya ide brilian, Bro. Ceritanya—”

Belum selesai Koya berbicara, Shanker langsung memotongnya.

“Judul, judul, Broder. You tahu I tidak peduli soal cerita. Title! Title!”

“Malam Jumat Kliwon.” Koya tersenyum.

“Malam… Jumat… Kliwon.”

Shanker manggut-manggut.

“JENIUS!
JENIUS, BRODER!”

Keduanya tertawa lalu berpelukan. Shanker mencengkeram pantat Koya dengan gemas.

“Ouch. I love when you do that, Bro,” kata Koya.

“I’ll give you another one later. Tell me… setan-setan apa aja yang bisa kita masukin di sini?” tanya Shanker.

“Semua, Broder! Malam Jumat Kliwon itu malam setan-setan pada gentayangan!”

Senyum Koya semakin lebar. Shanker tertawa dan kembali memeluknya.

“JENIUS!
JENIUS, BRODER!”

Shanker kembali meremas pantat Koya.

“Ouch. I love when you do that, Bro,” kata Koya.

“I’ll give you another one later. Now tell me… tiap berapa menit sekali kita bisa menampilkan setan-setannya?” tanya Shanker.

“Setiap menit, Broder! Malam Jumat Kliwon itu malam setan-setan pada gentayangan sepanjang malam! Dan sebagai bonus, gue bakal masukin satu adegan dari Silent Hill!”

Senyum Koya semakin lebar. Shanker kembali memeluk Koya.

“JENIUS!
JENIUS, BRODER!”

Shanker kembali meremas pantat Koya.

“Ouch. I love it when you do that, Bro.”

“I’ll give you one squeeze at the premiere setiap kali hantunya muncul, Broder,” kata Shanker.

Koya tersenyum sumringah.

Pemakaman pada malam hari
Night cemetery — Pexels / ClickerHappy
🇮🇩

Scene 04 — Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Tiba-tiba, dari luar terdengar anak-anak SMP mulai melaksanakan upacara bendera. Sekolah itu terletak tepat di belakang kantor Shanker.

Seorang anak terdengar membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Pembukaan UUD 1945

“...untuk mencerdaskan kehidupan bangsa...”

Saat anak itu hampir sampai pada kalimat tersebut, Shanker buru-buru menutup jendelanya.

“I tidak suka kalimat itu, Bro. Bayangkan kalau orang Indonesia cerdas, kita susah cari duit, Broder.” kata Shanker.

Koya hanya mengangguk-angguk.

“Ok lah. Gue cabut dulu, Bro. Persiapan syuting,” kata Koya sambil beranjak.

“Ok, Broder. Jangan lupa perjanjian kita,” kata Shanker.

“Don’t worry, Bro.”

Koya pun keluar.

Keduanya lupa mencari cerita untuk film Malam Jumat Kliwon, tetapi rupanya hal itu bukan masalah bagi mereka.

Lorong rumah sakit terbengkalai
Abandoned hospital corridor — Pexels / Jack Gittoes
🎥

Scene 05 — Filmnya Jadi

Tak lama kemudian, Malam Jumat Kliwon mulai ditayangkan di bioskop.

Ceritanya ecek-ecek: lima orang anak muda diteror setan-setan di sebuah bangunan bekas rumah sakit.

Lucunya, tak satu pun dari mereka punya niat untuk keluar dari tempat itu.

Editing-nya juga termasuk yang paling ancur yang pernah terlihat dalam film bioskop, lengkap dengan musik-musik yang masih curian.

TAPI FILMNYA
TETAP LAKU.

Pembukaan UUD 1945 ternyata tidak jalan.

👻

Final Scene — Premiere

Dan saat premiere, Koya duduk tepat di sebelah Shanker.

Tak ada satu pun yang tahu dari mana asal suara itu setiap kali setan muncul di layar.

Pemakaman berkabut pada malam hari

Setiap kali setan muncul di layar terdengar...

“OUCH!”

Tapi kami tahu…

IMAGE CREDITS

Cover: image supplied by article owner via Tumblr.
Haunted House: Lenarc / Wikimedia Commons — CC BY-SA 3.0.
Abandoned Hospital: Jack Gittoes / Pexels.
Cemetery at Night: ClickerHappy / Pexels.
Foggy Cemetery: Vladimir Srajber / Pexels.
Write a comment
© 2022 All Rights Reserved.
Email: email Me