Tadinya kami berpikir bahwa ini adalah film porno karena kami kira judulnya adalah kependekan dari “Panggil Namaku XXX”. Ternyata kami tidak seberuntung itu. Yang kami dapatkan adalah setan perempuan yang harus masuk ke tubuh seorang cewek SMA untuk bisa membalas dendam karena diperkosa di toilet sekolah. Agak aneh. Karena ketika kami masih SMA, untuk merokok sebatang bertiga saja selalu ketahuan.
Ilustrasi: Suasana lingkungan sekolah yang menjadi latar cerita klise film ini.
Anyway, film kesekian dari Koya Pagayo ini tidak menunjukkan sedikitpun kemajuan (mungkin dia harus cari nama palsu lagi, dan mulai dari awal lagi).
Kami akui, kine transfer (proses transfer dari video ke seluloid) film ini lebih bagus dari film-film Indonesia lain yang menggunakan proses serupa. Tapi cerita yang ditawarkan penulis skenario (salah satunya adalah Anggie yang main di film Virgin), sangat tidak segar (basi gitu, low), ditambah dengan dialog-dialog yang mengundang komentar “oke, deeeeh” (bahasa Inggrisnya “Oh, pleease…”).
Ilustrasi: Nuansa kegelapan dan misteri yang gagal dibangun secara maksimal.
Sepertinya tidak ada keinginan untuk membuat film ini terasa sepserti terjadi di dunia nyata.Cerita dibuka dengan pengenalan seorang cewek pintar yang cupu, yang dijuluki: Si Cupu. Sebelum kami melanjutkan, kami mau tanya: kenapa sih karakter-karakter cupu di film Indonesia mesti diperankan oleh aktor atau aktris yang sebenarnya cakep dan cukup hanya dengan membuka kaca mata atau melepas rambut mereka jadi karakter cakep? CUPU BANGEEET! Kenapa nggak mencontoh metamorfosa Barbra Streisand di film The Mirror Has Two Faces? Itu baru tantangan!!Anyway, Si Cupu selalu ditindas oleh cewek-cewek cakep yang selalu minta dibikinin PR.
Infografis Analisis Film: Panggil Namaku 3X
Penulis Skenario
Anggie & Tim
Elemen Unik
Musik "JENG JENG JENG!" & Aksi Sling
Rating Keamanan
Berbahaya untuk Ibu Hamil (Karena Ketawa)
Sampai akhirnya ada hantu perempuan yang menawarkan jasanya untuk melawan para penindasnya, hanya dengan memanggil nama hantu itu tiga kali. Hasilnya, Si Cupu menjadi lebih percaya diri dan berani memakai make-up sehingga cowok populer di sekolahnya naksir padanya.Gerakan kamera yang ditata sendiri oleh Koya Pagayo dan Dharma You (memang, nama-nama kru di film Pagayo selalu aneh-aneh. Kami curiga itu semua adalah nama palsu Koya Pagayo) membuat kami merasa mual. Setan perempuan yang selalu muncul dengan musik JENG JENG JENG! tidak membuat kami takut tapi sebal.
Ilustrasi: Visual sinematik kamera yang memicu rasa pusing penonton.
Di tengah-tengah, film agak menarik karena jadi sadis. Si Cupu dihajar sampai babak belur di kamar mandi sekolah (lagi), dan ada pertarungan antara si Cupu dan Si Cakep yang memakai sling seperti film silat. Yang kurang hanyalah tendangan ala Eva Arnaz dengan kolor merah jambu yang kelihatan (dan bulu ketek, tentunya). Tapi menuju akhir, filmnya mencoba untuk jadi serius lagi.Musik di film ini sangat mengganggu.
Nama komposer musiknya Kenz Mocci, seperti nama-nama palsu di film Vivid Interaktif yang biasa kami tonton. Hebatnya, beberapa music score jelas-jelas diambil dari film luar. Aduh, betapa memalukannya kalau film ini masuk festival film internasional (Crap-Fest Film Festival ada nggak, ya?)Film yang katanya dibuat berdasarkan kisah nyata ini, dirilis dengan warning buat perempuan-perempuan hamil. Kalau tertawa karena nonton film jelek memang berbahaya buat ibu-ibu hamil, memang sebaiknya jangan menonton film ini..